Berita Bola Liga Indonesia

Duel Rasiman Vs Aji Santoso: Adu Taktik Pelatih Jebolan SEA Games

Pertemuan antara Madura United dan Persebaya pada lanjutan Shopee Liga 1 menjadi panggung adu kekuatan para pemain di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (2/12/2019). Lebih dari itu, pelatih kedua tim juga akan bertemu untuk kali pertama.

Rasiman akan menemani Madura United, sedangkan pihak Persebaya di bawah arahan Aji Santoso. Secara kebetulan, dua pelatih itu pernah bekerja sama dalam sebuah tim.
Rasiman dan Aji menjadi bagian Timnas Indonesia U-23 pada SEA Games 2013 di Myanmar di bawah kepimpinan Rahmad Darmawan. Aji bertindak sebagai asisten pelatih dan Rasiman menjadi pencatat data statistik pemain.

Kebetulan juga, dua pelatih itu menangani tim masing-masing tidak sejak awal musim. Mereka menjadi pengganti Dejan Antonic dan Djadjang Nurdjaman yang diberhentikan.

“Saya banyak belajar dari coach Aji. Saya kenal baik karena pernah di Timnas Indonesia U-23 waktu SEA Games Myanmar. Coach Aji salah satu pelatih yang sudah lama berkiprah di Indonesia,” kata Rasiman kepada Bola.com.

Dari susunan jabatan di jajaran pelatih waktu itu, Rasiman memang masih terhitung merintis karier. Berbeda dengan Aji yang sebelumnya pernah membawa tim Jawa Timur meraih emas PON 2008.

Secara usia, keduanya terpaut beberapa tahun. Aji yang kini berusia 49 tahun lebih tua lima tahun dari Rasiman. Demikian halnya dengan lisensi kepelatihan Aji yang sudah AFC Pro, sedangkan Rasiman masih mendapat A AFC.
Pengalaman keduanya juga jauh berbeda. Rasiman tidak dikenal sebagai pemain dalam kariernya. Dia mulai muncul saat menjadi asisten pelatih Timnas U-16 pada 2015. Jabatan serupa didapatnya saat masuk Madura United pada 2018 hingga ditunjuk jadi pelatih kepala pada September 2019.

Aji Santoso memiliki karier yang lebih panjang. Sebagai pemain, dia bergelimang prestasi dengan mengantarkan Timnas Indonesia meraih emas SEA Games 1991 di usianya yang masih 21 tahun.

Pria asli Malang itu juga dikenal sebagai bek kiri yang berbakat semasa bermain. Di level klub, Aji mengantarkan Arema meraih gelar Galatama 1992. Berikutnya Persebaya dan PSM Makassar juga diberinya gelar Liga Indonesia pada 1996-1997 dan 1999-2000.

Setelah itu, karier sebagai pelatih dilewatinya dengan menangani Persekam Malang, Persebaya, Arema FC, Persela Lamongan, hingga kembali lagi ke Persebaya.

“Sebenarnya saya tidak lama bekerja sama dengan coach Rasiman. Waktu itu cuma waktu di Myanmar saja. Tapi, kami memang saling kenal. Sering komunikasi dan bertukar pikiran juga,” ucap Aji.

Aji menilai Rasiman merupakan sosok pelatih yang mau bekerja keras untuk meniti karier. Makanya, pelatih asli Banjarnegara itu bisa menjadi pelatih kepala Madura United dalam waktu yang cukup cepat.

“Coach Rasiman salah satu pelatih yang giat belajar dan selalu mau memperbarui ilmu. Dia pelatih muda yang mau belajar dan suka berdiskusi,” imbuh pelatih asli Malang itu.

Menarik untuk menyaksikan adu taktik dua pelatih berbeda pengalaman ini. Dengan kualitas kedua tim yang seimbang, laga ini akan menjadi tontonan seru dalam derbi Suramadu

Leave a Reply