Berita Bola Liga Inggris

Garry Naville: Terlalu Dini Untuk Permanenkan Status Solskjaer di MU

Legenda Manchester United, Gary Naville menilai kalau teralu dini bagi The Red Devils mengubah status Ole Gunnar Solskjaer dari pelatih sementara menjadi pelatih permanen. Memang harus diakui bahwa kedatangan Solskjaer telah memberi dampak yang begitu positif untuk MU. Ia telah mampu mengantarkan MU bangkit dari keterpurukan.

Buktinya, sejak ia melakoni debut sebagai pelatih interim MU, ia sukses mengantarkan MU memetik 9 kemenangan dalam 10 pertandingan. Bahkan 8 laga perdananya berhasil meraih kemenangan beruntun. Terbaru ini, MU menang 1-0 dari salah satu tim kuat di Premier League, Leicester City dalam pertandingan lanjutan pekan ke-25 Premier League.

Catatan-catatan tersebut dengan kata lain MU belum pernah kalah selama dilatih oleh Solskjaer sejak pertengahan Desember 2018 lalu. Raihan positif ini membuat Solskjaer pun banyak yang mendukung agar dijdikan sebagai pelatih permanen MU. Meskipun sejatinya Solskjaer direncanakan bakal kembali ke Molde begitu musim 2018/2019 ini selesai.

Neville sendiri ikut angkat bicara mengomentari soal potensi Solskjaer untuk dipermanenkan statusnya di MU. Dinilai oleh Neville kalau untuk saat ini terlalu dini mengubah status Solskjaer untuk jadi pelatih permanen. Sebelum ini Neville sejatinya juga sudah pernah mengatakan hal yang sama. Namun untuk yang sekarang ini, ia menyebut kalau peluang Solskjaer untuk dipermanenkan lebih besar ketimbang sebelumnya.

“Tidak, saya pikir itu (permanenkan status Solskjaer) terlalu dini. Apabila Anda akan mengatakan pada saya saat dia memperoleh pekerjaan, berapa peluangnya dalam presentase, saya akan mengatakan kemungkinan 25 persen. Ia sudah mempunyai serangkaian pertandingan yang luar biasa. Ia mempunyai peluang presentase yang jauh lebih besar sekarang ini. mungkin 50 atau 60persen” papar Neville, seperti yang Sky Sports kabarkan.

Penilaian Neville yang menyebut bahwa saat ini masih terlalu dini untuk mengubah status Solskjaer dikarenakan masih cukup banyak laga-laga yang lebih besar di depan untuk dilalui oleh MU. Ia memperkirakan satu atau dua bulan lagi barulah bisa menentukan apakah Solskjaer pantas untuk dijadikan pelatih permanen atau tidak.

Bulan Februari ini sendiri setidaknya MU sudah ditunggu dengan 3 pertandingan yang lawan-lawannya adalah klub elite. Mulai dari di Liga Champions melawan PSG, kemudian di Piala FA kontra Chelsea sampai dengan pertandingan lanjutan di Premier League pada akhir Februari mendatang harus berharapan dengan si pemuncak klasemen, Liverpool.

“Bertandang ke markas Chelsea di Piala FA, PSG di Liga Champions, lalu Liverpool dan hari ini Leicester. Ada tantangan besar yang datang pada lima atau enam pekan kedepan. Saya pikir mungkin Maret atau April adalah waktu yang tepat untuk menilai pekerjaan yang sudah dilakukan Ole (Gunnar Solskjaer)” tegasnya.

Leave a Reply