Liga Champions

Matthijs de Light Tidak Takut Dengan Lawan Yang Akan Dihadapi Di Semifinal Liga Champions

Bek tangguh Ajax Amsterdam, Matthijs de Light, nampaknya tak bisa menyembunyikan kegembiraannya setelah sukses mengantarkan timnya lolos ke semifinal Liga Champions musim 2018/19. Lebih lanjut lagi, ia mengatakan bahwa Ajax pada saat ini tidak takut melawan tim apa saja yang akan dihadapi di putaran selanjutnya.

Ajax Amsterdam lolos ke semifinal secara mengejutkan setelah berhasil mengalahkan Juventus. Bermain imbang 1 – 1 pada leg pertama, Ajax mampu menang dengan skor tipis 1 – 2 di kandang Juventus pada Rabu (17/4) dini hari WIB. Ajax sendiri lolos dengan keunggulan agregat 3 – 2.

Pada laga kedua yang digelar di Turin, Ajax Amsterdam harus tertinggal lebih dulu melalui sundulan dari Cristiano Ronaldo pada menit ke-28. Namun, gol dari Donny van der Beek dan Matthijs de Light yang masing – masing pada menit ke-34 dan menit ke-67 memupus harapan Juventus untuk lolos ke babak semifinal Liga Champions pada musim ini.

Sebelum menyingkirkan Juventus dibabak perempat final, Ajax berhasil menyingkirkan tim kuat asal Spanyol, yakni Real Madrid. Real Madrid dikalahkan dengan skor telak 1 – 4 di Barnabeu oleh tim asal Belanda tersebut.

“Ini tidak bisa dipercaya. Kami sangat senang bahwa kami mampu melakukan hal itu pada hari ini. Kami sangat bangga dengan tim ini,” ujar Matthijs de Light pada ViaSportFotball.

Matthijs de Light sendiri sejak awal sudah sangat yakin dengan kemampuan yang dimiliki oleh Ajax Amsterdam untuk bisa melangkah jauh di ajang Liga Champions. Sebab, secara teknis para pemain Ajax mampu menampilkan permainan yang bagus. Banyak pemain muda, juga pemain senior, yang bisa bermain di level tertinggi.

“Kami tahu bahwa kami mempunyai kualitas teknis yang sangat bagus, jadi kami tidak takut pada lawan manapun. Kami tahu kami bisa bermain dan seperti yang anda lihat, kami bermain dengan sangat bagus pada hari ini,” lanjutnya.

“Tidak ada alasan bagi kami untuk merasa takut pada tim lain,” tegas Matthijs de Light.

Leave a Reply