Guardiola Dapatkan Gelar Manajer Tim Terbaik
Berita Bola Liga Inggris

Penjegal Langkah Guardiola Dapatkan Gelar Manajer Tim Terbaik di Liga Inggris

Langkah Manchester City di musim 2017-2018 memang tidak terbendung lagi, pasalnya banyak kemenangan beruntun yang berhasil diraih anak asuh Pep Guardiola. Prestasi tersebut dapat mengantarkan sang manajer sebagai Manajer of The Year saat Premier League berakhir musim in, namun langkah tersebut nampaknya mendapatkan hambatan.

Ada dua kandidat kuat yang berpotensi menjegal langkah Guardiola untuk mendapatkan gelar bergengsi manajer tersebut, ada Sean Dyche yang sukses bersama Burnley dan Rafael Benitez pelatih New Castle United

Memang benar jika Guardiola menjadi pelatih favorit untuk memenangkan gelar tersebut, dengan catatan jika berhasil membawa Manchester City meraih gelar Premier League di musim 2017-2018 nanti. Bahkan sudah bisa dipastikan jika City akan menjadi pemenang, sekalipun masih da lima pertandingan hingga babak pamungkas, namun
selisih poin yang cukup tinggi membuat pesaingnya nampaknya sudah menyerah memperebutkan posisi puncak klasemen sementara.

Guardiola akan jadi pelatih pertama Manchester Biru yang akan meraih gelar bergengsi ini, sebelumnya memang ada pelatih yang diprediksi mendapatkan gelar tersebut, namun harus dikalahkan oleh pelatih lainnya. Sebuah saja Roberto Mancini yang dikalahkan oleh Alan Pardew, manajer Newcastle, lebih parahnya lagi ManCit sudah berhasil membawa City mendapatkan gelar Premier League pada 2012.

Ada juga Manuel Pellegrini yang berhasil membawa City menjadi pemenang pada 2014 lalu, namun lagi lagi gagal mendapatkan gelar tersebut karena kalah dari Tony Pulis, manajer Crystal Palace. Apakah ini akan terjadi lagi pada Guardiola, meskipun sudah banyak memberikan kontribusi bagus dan mengembangkan tim hingga sampai saat ini.

Manchester City menjadi tim yang berhasil mencetak rekor tanpa kalah hingga belasan pertandingan di awal musim, bahkan tetap tidak terkalahkan karena hanya ditahan imbang. Setelah itu, kembali membalas dengan kemenangan tanpa ampun.

Banyak pengamat yang melihat jika Guardiola bukan pelatih ambisius dan sangat ingin mendapatkan gelar tersebut, pelatih asal Spanyol ini lebih memilih untuk melihat hasil kerja keras tim dari pada gelar dirinya sendiri.

Gelar individu ini bahkan hanya dianggap bonus, jika memang berhasil membawa City meraih kemenangan kembali di musim 2017-2018. Ini sebuah kado pelengkap dari kesuksesan membawa Manchester City berjaya di musim ini, namun tidak demikian dengan dua rivalnya yang nampaknya sangat serius dan berambisi untuk mendapatkan gelar tahunan tersebut.

Bahkan di kutip dari Manchester evening beberapa waktu lalu, Guardiola menanggapi dirinya menjadi kandidat gelar bergengsi manajer tersebut. Hanya tersenyum dan memberikan sebaris kata yang nampaknya santai saja. Guardiola mengatakan jika lebih penting untuk memenangkan Premier League, selain itu memang ada kesempatan mendapatkan gelar lainnya.

Hal ini memang nampak terlihat dari apa yang dilakukan selama ini, Manchester City berhasil mendapatkan tim tak terkalahkan. Meskipun tidak memiliki mesin pencetak gol seperti Tottenham Hotspurs, namun hal tersebut yang mengantarkan menjadi tim di puncak klasemen tak tergotahkan dengan 93 poin. Manchester United memang ada di bawahnya tepat, namun hanya mampu mendapatkan 77 poin hingga 35 pertandingan yang sudah dilalui.

Leave a Reply