Berita Bola Liga Indonesia

Penyebab Keroposnya Pertahanan Arema

Milomir Seslija mengaku sudah mengetahui penyebab keroposnya pertahanan timnya pada gelaran Shopee Liga 1 yang disiarkan Indosiar. Pelatih Arema FC tersebut menilai hal ini tak lepas dari masih belum sempurnanya permainan anak asuhnya.

“Kami harus bisa lebih rapat lagi dalam bertahan. Selain itu, para pemain juga harus lebih mampu bermain sebagai sebuah tim,” ucap Milomir Seslija.

Selain masalah taktik, Milo -sapaan karib Milomir Seslija- mengaku bahwa keroposnya pertahanan mereka tak lepas dari semangat juang anak asuhnya. Dalam dua laga pertama, para penggawa Arema dinilai tak menunjukkan semangat juang mereka.

“Ketika melawan Persela, semangat juang ini sudah kembali tampak. Para pemain kami berlari lebih banyak ketimbang Persela. Kami lebih ngeyel ketimbang mereka. Inilah Arema sesungguhnya,” kata pelatih berusia 54 tahun.

Performa lini belakang Arema pada awal kompetisi mengundang keraguan. Dalam tiga laga awal mereka di Liga 1, gawang tim berlogo singa mengepal  tersebut sudah kebobolan sampai tujuh kali. tentu ini merupakan sebuah catatan yang buruk.

Tak hanya itu. Kendati tak sampai berbuah gol, pertahanan Arema tampak rentan ketika menghadapi serangan lawan, terutama dari serangan balik.

Milo tak mau sekadar berpangku tangan melihat keroposnya pertahanan anak asuhnya. Pelatih asal Bosnia ini mengaku telah menyiapkan taktik anyar, yang akan dijajalnya pertama kali pada laga kontra PSM Makassar.

“Tentu ada taktik yang baru. Tak banyak yang tahu kalau saya sudah mulai menyiapkan taktik baru pada sesi latihan perdana di awal pekan ini,” ucap Milo.

“Selain dalam bertahan, kami juga berupaya untuk membuat penyelesaian akhir dan umpan-umpan silang kami lebih efektif lagi” sambungnya

Selain soal taktik, Milo juga mematangkan filosofi bermain timnya. Ia berharap kerja sama tim yang menjadi filosofi dasar sepak bola benar-benar dapat diterapkan oleh para anak asuhnya saat turun ke lapangan hijau.

“Kami harus bisa bermain sebagai sebuah kesatuan dan lebih kompak lagi,” tutur Milo.

“Kami tidak bisa mengandalkan individu atau unit saja. Semua harus bermain sebagai sebuah tim. Kami menyerang sebagai sebuah tim, dan bertahan sebagai sebuah tim juga,” tutupnya.

Leave a Reply