Berita Bola Liga Inggris

Pernah Membantah Perintah Sarri, Kepa Menyesal

Kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga ternyata masih mengingat jelas insiden saat ia membantah perintah dari sang pelatih, Maurizio Sarri. Kepa mengaku telah salah dalam hal tersebut dan ia telah mengambil pelajaran dari sikapnya itu.

Insiden tersebut terjadi ketika Chelsea menghadapi Manchester City pada pertandingan babak final Carabao Cup di bulan Februari 2019 yang lalu. Pada saat injury time, Kepa nampak tengah merasa kesakitan di tengah lapangan dan kemudian Sarri berinisiatif langsung untuk menariknya ke tepi lapangan serta menggantikan dengan kiper cadangan Chelsea, Willy Cabalero. Akan tetapi Kepa enggan menuruti perintah Sarri untuk diganti dan ia segera bangkit untuk meneruskan laga. Kepa sempat terlibat adu mulut dengan Sarri sebelum akhirnya laga kembali diteruskan.

Meski insiden tersebut telah berlalu dua bulan, namun ternyata masih begitu menempel dalam pikiran Kepa. Kiper berusia 24 tahun tersebut kemudian mengaku kalau dirinya telah salah bersikap dan menjadikan insiden tersebut sebagai sebuah pelajaran di masa depan. “Saya menerima apa yang dikatakan pelatih dan denda dari klub. Saya menyadari tidak akan bermain pada laga selanjutnya. Saya ada di belakang Willy dan mendukungnya, juga tim sebisa mungkin” papar Kepa, seperti yang dilansir oleh Daily Mail.

“Pastinya, hanya itu yang dapat saya lakukan. Itu merupakan sesuatu yang saya lakukan ketika tengah “panas” pada momen tertentu. Bukan sesuatu yang dapat saya banggakan. Itu merupakan momen sulit yang saya petik sebagai pembelajaran serta masih belajar sampai dengan saat ini” tegas Kepa.

Lebih lanjut, Kepa juga meminta maaf atas sikapnya dalam insiden tersebut dan ia bertekad untuk terus berupaya tampil optimal di setiap kesempatan yang Chelsea berikan padanya. “Sekarang merupakan waktunya untuk saya terus maju. Saya berkata bahwa saya minta maaf. Sepak bola terus berjalan. Kita semua berbuat kesalahan” ungkapnya.

Kepa merasa bahwa insiden penolakan perintah Sarri tersebut ia lakukan secara spontan, tanpa adanya kesengajaan untuk membangkang pelatih. Ia baru menyadari bahwa sikapnya tersebut salah ketika melihat dokumentasi dari insiden tersebut. “Saya melihatnya sampai menyaksikan untuk kali pertamanya gambar-gambar tersebut. Saya melihatnya dari perspektif berbeda. Sampai pada titik itu. Sampai pada titik itu, saya seperti ada dalam sebuah gelembung serta tidak sadar akan apa yang terjadi. Saya mulai melihatnya ketika tiba di rumah serta untuk kali pertamanya menyaksikan dari video” pungkasnya.

Leave a Reply