Sarri Harus Mengubah Pola Pelatihan Demi Kestabilan Nama Chelsea
Berita Bola Liga Inggris

Sarri Harus Mengubah Pola Pelatihan Demi Kestabilan Nama Chelsea

Sejak tahun 2018 ini, Chelsea resmi memiliki pelatih baru yaitu Maurizio Sarri. Hal ini disebut-sebut bisa menjadi peningkatan prestasi Chelsea atau bahkan penurunan secara drastis. Sebab, Sarri seolah memiliki dua sisi yang berbeda, sisi satu ia bisa dikatakan sebagai pelatih yang begitu aktif dan bersemangat serta dapat membentuk tim yang attraktif, sedangkan sisi lain ia berpeluang untuk membuat para pemainnya kehilangan tenaga.

Sehingga, dari sekarang tim Chelsea sudah banyak mendapatkan himbauan untuk berhati-hati dengan Sarri, dan banyak yang meminta Sarri untuk mengubah pola pelatihannya.

Sebelum meniti karier di Chelsea, Sarri merupakan pelatih unggulan tim Napoli. Hasilnya pun cukup memuaskan, karena Napoli berhasil bermain dengan begitu menghibur dan banyak meraih skor maupun kemenangan. Sayangnya tidak hanya sampai disitu saja, keberhasilan Napoli ini dinilai Sarri sebagai keberhasilan formasi, sehingga Sarri pun cenderung mempertahankan satu posisi untuk satu pemain saja dan meminimalisir pergantian pemain.

Hal ini tentu menyebabkan kelelahan yang luar biasa terhadap fisik para pemainnya, dan itu berarti mereka harus bekerja dengan ekstra kuat bila mereka harus menghadapi dua pertandingan berturut-turut. Cara yang seperti ini tentu tidak efektif, dan akan berpeluang untuk memperburuk keadaan pada saat pertandingan kedua berlangsung ketika para pemain pun sudah kehabisan tenaga.

Presiden Napoli yang bernama Aurelio De Laurentiis pun sempat angkat komentar untuk cara yang diterapkan Sarri ini. Ia berpendapat bahwa jika Sarri terus-terusan menggunakan sistem ini, maka adalah hal yang mustahil bagi Napolli untuk dapat memenangkan pertandingan hingga menjadi juara. Menurutnya, seorang pelatih tidak hanya harus memikirkan formasi dan performa pemain saja, tetapi juga harus mengimbangi dengan banyak sudut pandang dan salah satunya adalah sudut pandang dari kekuatan si pemain.

Pada musim lalu saja, ada beberapa pemain Napoli yang harus bermain di lapangan selama lebih dari 3.000 menit, sedangkan para pemain kelas dunia lain saja paling lama bermain di lapangan hanya sekitar 2.800 menit.

Leave a Reply