Berita Bola Liga Inggris

Soal Posisi Kante di Chelsea Musim 2019/2020, Begini yang Lampard Inginkan

Pada musim sebelumnya, Maurizio Sarri menjadi sasaran kritik dari publik. Pasalnya, ia memberikan posisi baru kepada pemain Chelsea, N’Golo Kante. Posisi tersebut menjadikan Kante sebagai gelandang box-to-box daripada sebagai gelandang di lini tengah.

Posisi baru Kante memberikan kesempatan bagi Jorginho sebagai deep-playmaker di Napoli dulu. Permasalahannya adalah ketentuan yang dibuat Sarri dan posisi Jorginho membuat publik tak terima dengan posisi Kante karena tak bermain seperti biasanya.

Posisi Kante sebenarnya adalah di posisi tengah dari formasi tiga gelandang yang biasa dipakai pelatih sebelumnya, Antonio Conte, karena dipercaya kemampuan Kante dalam merusak permainan lawan dianggap sebagai keungulan dari mantan pemain Leicester City tersebut.

Namun, Sarri lebih yakin meletakkan posisi baru kepada Kante yang dianggap asing. Selain bertahan, ia juga diminta maju ke depan untuk menerobos pertahanan uguna membuka ruang.

Mempertahankan Posisi Kante

Pada bulan Juni kemarin, Sarri resmi menjadi pelatih di klub Juventus. Lalu, Chelsea mengangkat pelatih baru, Frank Lampard, yang baru memulai karirnya bersama Derby Country pada tahun 2018 lalu sebagai suksesor asal Italia.

Adanya Lampard di klub Chelsea diharapkan memberikan kesan menyegarkan terhadap penampilan The Blues. Namun yang pasti, Lampard enggan mengubah posisi yang diberikan Sarri kepada Kante. Tetapi, Lampard memberikan kebebasan terhadap Kante sebagai gelandang.

“Hal yang terpenting bagi kami adalah gelandang kami memiliki fleksibilitas dan tak ada yang tertahan dalam satu struktur yang absolut,” ungkap Lampard pada Goal International.

Kante mungkin bisa memenangkan suatu pertandingan siapapun lawannya, bukan berarti ia harus berada di depan empat bek. Ia juga harus maju, memimpin lini tengah, dan merebut bola lawan,” tambahnya.

Kante Dipercaya Mempunyai Pengaruh Besar untuk Klub

Posisi Kante sangat berpengaruh untuk Chelsea. Saat pertandingan melawan Manchester United di pekan perdana Premiere League akhir minggu lalu, The Blues, sebutan lain untuk Chelsea, kalah telah dengan skor 0-4.

Saat itu, Kante tidak bisa mengikuti pertandingan tersebut. Dikarenakan kondisi Kante masih belum sembuh total dari cederanya. Sehingga, Lampard tidak menginginkan Kante untuk bertanding. Lampard memberikan tanggung jawab ini kepada Mateo Kovacic dan Jorginho untuk memegang lini tengah.

Begitu Kante pulih, Lampard langsung mengubah formasi, dari 4-2-3-1 jadi 4-3- saat bertemu Liverpool di pertandingan UEFA Super Cup hari Kamis (15/8/2019).

Jika dilihat hasil pertandinganya, Chelsea tetap kalah. Namun, jika dilihat saat bertanding dengan Manchester United, hasil pertandingan kali ini lebih memuaskan. The blues sanggup menahan imbang The Reds dengan skor 2-2 hingga menyelesaikan pertandingan hingga babak adu penalty.

Leave a Reply